GEREJA MENGECAM DISKRIMINASI

Cuplikan dari Nostra Aetate artikel 5

Tetapi kita tidak dapat menyerukan nama Allah Bapa semua orang, bila terhadap orang-orang tertentu, yang diciptakan menurut citra kesamaan Allah, kita tidak mau bersikap sebagai saudara. Hubungan manusia dengan Allah Bapa dan hubungannya dengan sesama manusia saudaranya begitu erat, sehingga Alkitab berkata: “Barang siapa tidak mencintai, ia tidak mengenal Allah” (1Yoh 4:8). Jadi tiadalah dasar bagi setiap teori atau praktik, yang mengadakan pembedaan mengenai martabat manusia serta hak-hak yang bersumber padanya antara manusia dan manusia, antara bangsa dan bangsa. Maka Gereja mengecam setiap diskriminasi antara orang-orang atau penganiayaan berdasarkan keturunan atau warna kulit, kondisi hidup atau agama, sebagai berlawanan dengan semangat kristus. Oleh karena itu Konsili suci, mengikuti jejak para Rasul kudus Petrus dan Paulus, meminta dengan sangat kepada Umat beriman kristiani, supaya bila ini mungkin “memelihara cara hidup yang baik diantara bangsa-bangsa bukan Yahudi” (1Ptr 2:12), dan sejauh tergantung dari mereka hidup dalam damai dengan semua orang, sehingga mereka sungguh-sungguh menjadi putera Bapa di sorga.

KONDISI PEKERJAAN (Rerum Novarum, Ensiklik Paus Leo XIII, 1892)

Dalam ensiklik ini Leo XIII mengkaji situasi rakyat dan para buruh miskin di negara-negara industri. Dia menyatakan beberapa prinsip penting yang harus membimbing jawaban terhadap kebutuhan orang-orang itu. Kemudian Leo XIII memaparkan peranan Gereja, para buruh, dan majikan; peranan hukum dan pemerintah dalam bekerja sama membangun masyarakat yang adil. Para majikan diberi peranan utama sebagai pelaku perubahan keadaan.

Baca tulisan ini lebih lanjut

RERUM NOVARUM: HUBUNGAN KERJA DAN KEBEBASAN KAUM BURUH

LEO XIII, RERUM NOVARUM (1891)

Dalam ensiklik ini Paus Leo menanggapi masalah sosial pada akhir abad ke-19, yakni masalah kaum buruh. Masalah itu dibicarakan dalam semacam tanggapan terhadap pandangan dan gerakan sosialisme (marxisme) dari satu pihak dan pada lain pihak pandangan liberalisme yang menguasai dunia bisnis. Dari penutup ensiklik kelihatan bahwa Paus berbicara kepada uskup-uskup. Ensiklik tidak langsung dialamatkan kepada kaum buruh; Rerum Novarum menguraikan masalah kaum buruh kepada pemimpin-pemimpin gereja. Usahawan dan buruh yang dimaksud itu adalah -pada prinsipnya- orang katolik dan oleh sebab itu masalah sosial juga menjadi masalah gereja. Ensiklik disusun secara sederhana sekali. Baca tulisan ini lebih lanjut

ASG DALAM SACRAMENTUM CARITATIS

Sacramentum Caritatis adalah anjuran Apostolik Pasca Sinode oleh Paus Benedictus XVI, tahun 2007. Isinya: mengenai Ekaristi sebagai sumber dan puncak kehidupan serta perutusan Gereja. Dalam konteks ini ekaristi juga berarti sakramen cinta kasih. Baca tulisan ini lebih lanjut

HABITUS BARU: EKONOMI YANG BERKEADILAN

Saya ambil dari: http://ekaristi.org/dokumen/dokumen.php?subaction=showfull&id=1168333869&archive=&start_from=&ucat=1&

HABITUS BARU: EKONOMI YANG BERKEADILAN
Keadilan bagi Semua: Pendekatan Sosio-Ekonomi

I. PENGANTAR

1. Nota Pastoral Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) 2006 berjudul HABITUS BARU: EKONOMI YANG BERKEADILAN – Keadilan Bagi Semua: Pendekatan Sosio-Ekonomi. Nota Pastoral ini disusun sebagai kelanjutan Nota Pastoral 2003 yang berjudul Keadilan Sosial bagi Semua dan Nota Pastoral 2004 yang berjudul Keadaban Publik: Menuju Habitus Baru Bangsa. Keadilan Sosial bagi Semua: Pendekatan Sosio-Budaya. Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.