RSS

TEMA-TEMA AJARAN SOSIAL GEREJA

19 Agu

 Martabat manusia
Manusia adalah suci; Tercipta menurut gambar Allah: setara; Anak-anak Allah dengan hak-hak mendasar; Tercipta dalam konteks sosio-budaya tertentu; Hadir dalam lingkungan sosial meluas tertentu pula
 Masyarakat: kesejahteraan bersama
Corak sosial dari martabat manusia; Kerjasama antar manusia sebagai kekuatan demi kesejahteraan bersama; Kemanusiaan tumbuh dan berkembang dalam kebersamaan sosial
 Hak dan tanggungjawab
Setiap orang punya hak hidup; Implikasi sipil dan politik; Implikasi sosial ekonomi; Implikasi sosial budaya; Implikasi religius dan aneka keyakinan iman
 Pemihakan bagi kaum miskin
Ingat akan mereka yang berkekurangan; Kaum miskin adalah unsur mendasar dalam membangun kesejahteraan bersama; Kaum miskin adalah wajah Allah dalam dunia; Kaum miskin adalah saudara-saudari kita; Kaum miskin bukanlah sapi perah
 Partisipasi dalam kehidupan dunia
Setiap orang memiliki hak untuk berperan dalam hidup ekonomi, politik, sosial dan budaya masyarakat; Peran-serta merupakan tanda aktualisasi kemampuan pribadi manusia; Partisipasi adalah bagian utuh dari penghayatan iman; Partisipasi adalah demokrasi ekonomi
 Keadilan ekonomi
Ekonomi harus melayani manusia: kerja lebih utama daripada modal; Semua pekerja berhak atas kerja produktif, gaji layak dan kondisi kerja yang aman; Manusia berhak atas prakarsa ekonomi, milik pribadi, dengan tanggungjawab sosialnya; Keadilan ekonomi memerlukan “good governance”
 Pelayanan terhadap ciptaan
Barang-barang di dunia kita adalah pemberian: anugerah Tuhan; Kita menjaganya dengan penuh percaya sebagai pelayan yang baik; Barang-barang di dunia harus dibagikan secara adil; Kembali kepada hidup organik
 Solidaritas
Manusia wajib memperhatikan kesejahteraan bersama; Manusia hidup untuk membangun kerjasama demi kepentingan bersama; Manusia harus membangun “social intelligence”: kecerdasan sosial yang terbuka dan meluas

 Peran Pemerintah
Negara punya fungsi moral positif sebagai sarana demi memajukan martabat manusia, membela hak azasi dan membangun kesejahteraan bersama; Perhatikan “subsidiaritas” : sekecil mungkin dan sebesar diperlukan; Prakarsa setiap orang / kelompok mendapat penghargaan
 Pemajuan perdamaian
Perdamaian bukan hanya “tiadanya” perang; “Jika anda ingin damai, kerjakanlah keadilan”; Perdamaian harus mulai dari lubuk hati setiap orang; Gerakan perdamaian harus melibatkan semua orang; Perdamaian adalah budaya tanpa curiga

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 19, 2008 in DOK AJARAN SOSIAL GEREJA

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: