RSS

KONDISI PEKERJAAN (Rerum Novarum, Ensiklik Paus Leo XIII, 1892)

18 Sep

Dalam ensiklik ini Leo XIII mengkaji situasi rakyat dan para buruh miskin di negara-negara industri. Dia menyatakan beberapa prinsip penting yang harus membimbing jawaban terhadap kebutuhan orang-orang itu. Kemudian Leo XIII memaparkan peranan Gereja, para buruh, dan majikan; peranan hukum dan pemerintah dalam bekerja sama membangun masyarakat yang adil. Para majikan diberi peranan utama sebagai pelaku perubahan keadaan.

Catatan sejarah : Pemerasan hebat dan kemiskinan yang luar biasa dialami para buruh di Eropa dan Amerika Utara pada akhir abad 19 mendesak Paus Leo XIII menulis ensiklik Rerum Novarum. Dokumen ini diilhami oleh kegiatan yang dilakukan Serikat Fribourg (Fribourg Union), sebuah gerakan Aksi Sosial Katolik di Jerman atas permintaan-permintaan dari hirarki di Inggris, Irlandia dan Amerika Serikat.

A. Situasi Rakyat Miskin dan Para Buruh

1. Kemiskinan yang begitu meluas dan kekayaan yang terpusat pada beberapa orang saja.
2. Kemerosotan moralitas umum.
3. Para buruh diperas oleh majikan-majikan yang tamak.
4. Pemerintah tidak melindungi hak-hak orang miskin.

B. Prinsip-prinsip Penuntun

1. Segalanya telah diciptakan oleh Allah, mengarah maju pada Allah, dan ditebus oleh Allah. Rahmat ilahi dan kekayaan alam menjadi milik semua secara merata.
2. Memang masing-masing orang tidak memiliki bakat-bakat yang sama, tetapi Allah menganugerahkan martabat yang sama kepada semua orang.
3. Kemampuan untuk berpikir merupakan bagian dari kodrat manusia; manusia mengatur dirinya dengan akal budi.
4. Kesejahteraan umum merupakan tujuan negara; semua warga memiliki hak berpartisipasi dalam kehidupan negara.
5. Martabat manusia yang sejati terletak pada hidup moral yang baik; masyarakat yang berkeutamaan akan memperoleh kebahagiaan kekal.
6. Hukum hanya ditaati sejauh hukum itu sesuai dengan penalaran yang benar dan hukum Allah yang kekal (par.72)
7. Kekayaan nasional berasal dari kerja keras para buruh.
8. Semua orang mempunyai hak untuk memiliki kekayaan pribadi. (Paus Leo XIII mengkritik sosialisme bahwa inti ajarannya sendiri sudah tidak benar, karena memperkosa hak itu); milik pribadi harus melayani kesejahteraan umum.
9. Manusia memilik hak atas hasil pekerjaan mereka tetapi hasil itu harus dipergunakan demi semua.
10. Kerja merupakan keharusan dan akan ada kesulitan dan penderitaan dalam hidup.
11. Kekayaan merupakan halangan untuk kehidupan kekal.
12. Hak milik yang benar berbeda dengan penggunaan kekayaan secara benar.

C. Peranan Gereja

1. Gereja mempunyai hak untuk menyatakan pendapatnya, karena masalah-masalah ini mempengaruhi agama dan moralitas.
2. Dengan menggunakan prinsip-prinsip injili GEreja dapat membantu memperdamaikan dan menyatukan pertentangan antar kelas.
3. Tujuan yang mau dicapai Gereja adalah memperdamaikan dan menyatukan kelas-kelas yang saling bertentangan.
4. Gereja dapat mendidik masyarakat untuk bertindak secara adil.

D. Hak dan Kewajiban para buruh/rakyat miskin dan majikan-majikan/orang kaya dalam masyrakat

1. Para buruh/rakyat miskin. -Hak-hak mereka: mempunyai hak milik, pribadi orang miskin harus dijamin kehidupannya, mendapatkan hasil dari pekerjaan yang mereka lakukan, mempunyai hak atas jaminan kesejahteraan keluarganya, kebebasan bertindak, hak mendapatkan pekerjaan,upah yang adil (yang cukup untuk menghidupi keluarganya), hak untuk bergabung dalam Serikat Buruh (yang menjaga nilai-nilai religius).
Kewajiban-kewajibannya: bekerja dengan baik, tidak membahayakan kekayaan majikan, menghindarkan kekerasan dan kekacauan, berhemat.
2. Majikan-majikan/oarang kaya. -Hak-hak mereka: milik pribadi, pajak yang tidak menekan, membentuk perkumpulan-perkumpulan swasta.
Kewajiban-kewajibannya: tidak memperlakukan buruh sebagai budak, menjaga martabat para buruh, memberi kesempatan kepada para buruh untuk memenuhi kewajiban-kewajiban keagamaan dan keluarganya, tidak memaksa para buruh bekerja melebihi kekuatan mereka, membayar dengan gaji yang adil, tidak merusak tabungan para buruh, memenuhi kebutuhan orang miskin sesudah kebutuhannya sendiri terpenuhi.

E. Peranan Pemerintah dan Hukum dalam Masyarakat

1. Membela dan mengembangkan hak-hak keluarga.
2. Mengusahakan terwujudnya kesejahteraan umum.
3. Melindungi kehidupan dan hak-hak para buruh yang tidak memiliki (perusahaan).
4. Bila perlu ikut campur tangan untuk mencegah kerugian-kerugian yang mengancam keselamatan pribadi dan kesejahteraan umum.
5. Memberikan pertimbangan khusus terhadap hak-hak kaum miskin.
6. Menjaga hak-hak atas milik pribadi dan memungkinkan semua warganya memiliki hak milik pribadi.
7. Menjaga hak untuk berserikat dan kebebasan beragama.

Pertanyaan-pertanyaan untuk membantu studi

a. Kondisi-kondisi kerja yang mengilhami dokumen ini mengingatkan kita pada keadaan pabrik-pabrik di Inggris seperti digambarkan Charles Dickens dalam bukunya Oliver Twist. Menurut pengalaman anda, apakah kondisi-kondisi yang serupa itu masih ada? Prinsip-prinsip ensiklik mana yang masih berlaku?
b. Bagaimana kondisi buruh-buruh atau serikat buruh di negara anda? Apakah hak-hak dasar mereka masih dilindungi?
c. Menurut pendapat anda, bagaimanakah konsep tentang martabat manusia dikaitkan dengan hak-hak kaum miskin dalam masyarakat anda?
d. Apa yang sedang dikerjakan gereja atau pemerintah untuk memperbaiki situasi kaum buruh dan kaum miskin? Bagaimana anda atau kelompok anda membantu mereka? (ind).

(Dari buku Pokok-pokok Ajaran Sosial Gereja, hal. 39-43)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada September 18, 2008 in RERUM NOVARUM

 

One response to “KONDISI PEKERJAAN (Rerum Novarum, Ensiklik Paus Leo XIII, 1892)

  1. Alexius Genjik Hipawidha

    Desember 21, 2011 at 5:23 pm

    makasi buat artikelnya!!!! tugas saya bisa terpenuhi!!!!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: