RSS

PEMBODOHAN ATAU PENINABOBOKAN?

02 Mei

Seorang ibu dari kalangan kelas ekonomi menengah mengatakan dengan penuh semangat bahwa pemerintah saat ini sangat baik. Untuk mendukung pernyataannya dia menunjukkan bahwa saat ini pemerintah lebih peduli pada rakyat miskin misalnya dengan adanya program BLT (Bantuan Langsung Tunai) dan JAMKESMAS (Jaringan Kesehatan Masyarakat). Apa yang dikatakannya memang benar bahwa BLT, JAMKESMAS dan sebagainya memang bisa dinikmati oleh rakyat miskin. Tapi bila melihat di rumah sakit pemerintah apakah mudah orang mendapatkan JAMKESMAS? Banyak orang sakit parah harus menunggu berbulan-bulan baru dapat pelayanan kesehatan. Seorang terkena tumor ganas disuruh menunggu selama 7 bulan baru akan dioperasi. Tidak peduli apakah dia setiap hari harus menanggung kesakitan yang amat sangat atau tidak. Alasan sederhana adalah menunggu giliran sebab banyak yang antri.
Pada jaman ini banyak negara yang menganut faham neoliberalisme. Indonesia sejak dulu menolak bila dikatakan negara penganut liberalisme. Banyak tokoh mengatakan bahwa negara kita adalah negara penganut faham Pancasila, dimana tujuannya adalah kesejahteraan bagi seluruh bangsa. Neoliberalisme adalah perkembangan dari liberalisme yang dipelopori oleh Ronald Reagan presiden AS dan Margareth Teacher perdana menteri Inggris. Bila Indonesia bukan penganut liberalisme pasti akan menolak neoliberalisme.
Memang secara konsep dan pidato-pidato panjang banyak tokoh menolak neoliberalisme tapi dalam prakteknya mereka menggunakan cara-cara neoliberalisme. Salah satu ciri neoliberalisme adalah dengan pemberian langsung bantuan pada masyarakat. Diharapkan dengan bantuan langsung yang diterima maka rakyat akan diam dan bersyukur telah dibantu, tapi tidak dibantu keluar dari kemiskinannya. Saat ini di beberapa daerah BLT sebesar Rp 200.000 per bulan. Bila ada 1 juta rakyat yang mendapat BLT maka dana yang dikeluarkan pemerintah per bulan mencapai Rp 200.000.000.000 atau 200 milyard. Bila dana itu digunakan untuk membangun pengairan untuk sawah, subsidi pupuk bagi petani, pembukaan lahan baru untuk persawahan, subsidi bahan bakar untuk nelayan, jalan-jalan dan sebagainya tentu dalam waktu setahun sudah banyak yang dapat diwujudkan. Saat ini banyak pengairan yang tidak terawat sebab tidak ada dana, harga pupuk sering kali mencekik leher sehingga ongkos produksi petani jauh lebih besar dibandingkan hasilnya.
Dengan demikian bila orang mau berpikir lebih jauh sedikit maka dia akan sadar bahwa BLT adalah salah satu peninabobokan masyarakat miskin. Memang ada yang mengatakan bagaimana rakyat akan mampu bekerja bila tidak ada uang untuk membeli makanan? Pertanyaan ini dapat menimbulkan pertanyaan baru sampai kapan rakyat akan menjadi pengemis? Sistem peninabobokan ini bertujuan untuk melanggengkan kekuasaan dan membuat masyarakat menjadi bergantung pada penguasa. Rakyat tidak lagi akan bergerak sebab sudah mendapatkan bantuan tanpa mereka berusaha.
Jaman dulu sering dianjurkan agar masyarakat mandiri, dimana tidak bergantung pada siapapun selain pada dirinya sendiri. Masyarakat harus bekerja untuk menghasilkan makanan bagi dirinya sendiri. BLT membuat masyarakat bergantung pada penguasa, sehingga penguasa dapat langgeng menduduki posisinya. Untuk itu perlu adanya gerakan perubahan dalam mentalitas masyarakat. Orang harus bangga terhadap dirinya. Memakan apa yang dihasilkan oleh dirinya bukan menjadi pengemis yang legal. Orang harus malu menerima bantuan kecuali bila dia sudah tidak mampu apa-apa seperti orang jompo.
Kebanggaan pada diri muncul dari kesadaran akan anugerah Allah bahwa manusia dipilih oleh Allah untuk mengelola bumi dan segala isinya. Allah telah memberikan kekuatan tenaga dan akal budi agar manusia mampu menguasai bumi. Kesadaran akan pilihan dan tanggungjawab yang telah diberikan oleh Allah membuat manusia akan berusaha menghidupi dirinya sendiri. Bangsa Jerman ketika dipimpin oleh Hitler menjadi bangsa yang kuat, sebab Hitler mampu membangkitkan kebanggan bangsa Jerman sebagai bangsa yang unggul. Israel meski sebuah bangsa kecil namun menjadi kuat dan sulit dikalahkan oleh bangsa-bangsa besar sebab mereka bangga sebagai bangsa pilihan Allah. Inilah beberapa contoh kebanggaan pada diri yang mampu membuat manusia terus berjuang dan mandiri. BLT dan sebagainya membuat kita tidak mampunyai kebanggaan pada diri sendiri dan membangun diri menjadi pengemis. (gani)

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 2, 2009 in ARTIKEL

 

One response to “PEMBODOHAN ATAU PENINABOBOKAN?

  1. sugiarno

    Mei 3, 2009 at 6:58 am

    Sepertinya, sudah telanjur basah … Salam.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: